Sistem Operasi dan Penggunaan Komputer


Pengertian Sistem Operasi
Sistem operasi atau Operating System (OS) adalah komponen utama dari system komputer. Kita telah mengenal bahwa perangkat komputer terdiri dari perangkat keras (hardware) sebagai benda konkrit yang menyediakan sumber daya komputasi, perangkat lunak (software) sebagai sarana untuk memberitahukan perangkat keras apa saja yang dijalankan, dan pengguna (brainware) yang menggunakan perangkat komputer tersebut. Selain ‘program aplikasi’, sistem operasi masih tergolong perangkat lunak, karena bersifat abstrak/tidak terlihat oleh kasat mata.
Bila kita rinci lebih dalam lagi, sistem operasi boleh dikatakan sebagai sebuah programyang mengatur kerja perangkat keras komputer, dengan menyediakan landasan untuk aplikasi yang berada di atasnya, serta bertindak sebagai penghubung antara para pengguna dengan perangkat keras. Jadi, sistem operasi bertugas untuk mengendalikan (kontrol) serta mengkoordinasikan pengunaan perangkat keras untuk berbagai program aplikasi untuk bermacam-macam pengguna. Dengan demikian, sebuah sistem operasi bukan merupakan bagian dari perangkat keras komputer, dan juga bukan merupakan bagian dari perangkat lunak aplikasi komputer, apalagi tentunya bukan merupakan bagian dari para pengguna komputer. Boleh dikatakan bahwa sistem operasi berada di antara perangkat keras dan perangkat lunak.
Abstraksi komponen Sistem Operasi
Operating sistem boleh dikatakan sebagai monitor, executive, supervisor, controller ataumaster control program. Ibarat dalam suatu perusahaan, OS bisa berfungsi sebagaimanajer, dimana tugas manajer bertanggung jawab, mengendalikan, mengkoordinasi semua kegiatan perusahaan secara efisien dan efektif. Bila di restauran atau rumahmakan, OS bisa diindentikan dengan seorang pelayan yang merupakan penghubungantara tamu yang dilayani dengan dapur yang mempersiapkan hidangan untuk si tamu. Atau OS bisa berperan sebagi sutradara di balik panggung. Penonton hanya mengetahui bahwa pertunjukkan telah berjalan sesuai dengan baik dan lancar, tetapi pertunjukan tersebut tidak akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan tanpa adanya sutradara yang mengatur semua kegiatan mulai dari persiapan sebelum pentas sampai dengan pentas.
Dapat disimpulkan bahwa sistem operasi adalah sesuatu hal yang sangat penting dalam sistem komputer. Satu hal yang menjadi pertimbangan setelah membeli perangkat komputer dan ingin mengoperasikannya adalah sistem operasi apa yang harus dipakai dan dijadikan salah satu komponen dari sistem komputer.

Komponen-komponen Sistem Operasi
Sistem operasi secara umum tidak memiliki stuktur yang sama. Namun menurut Avi Silberschatz, Peter Galvin, dan Greg Gagne, umumnya sebuah sistem operasi modern mempunyai komponen sebagai berikut:
Ø  Managemen Proses.
Ø  Managemen Memori Utama.
Ø  Managemen Berkas.
Ø  Managemen Sistem I/O.
Ø  Managemen Penyimpanan Sekunder.
Ø  Sistem Proteksi.
Ø  Jaringan.
Ø  Command-Interpreter System.
Sedangkan menurut A.S. Tanenbaum, sistem operasi mempunyai empat komponen utama, yaitu managemen proses, input/output, managemen memori, dan sistem berkas.
1.   Managemen Proses
Proses adalah sebuah program yang sedang dieksekusi. Sebuah proses membutuhkan beberapa sumber daya untuk menyelesaikan tugasnya. Sumber daya tersebut dapat berupa CPU time, memori, berkas-berkas, dan perangkat-perangkat I/O. Sistem operasi mengalokasikan sumber daya-sumber daya tersebut saat proses itu diciptakan atau sedang diproses/dijalankan. Ketika proses tersebut berhenti dijalankan, system operasi akan mendapatkan kembali semua sumber daya yang bisa digunakan kembali. Jadi masalah yang mendasar dari manajemen proses adalah mengenai penanganan terhadap CPU adar mampu melakukan proses dengan efisien dan efektif.Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan managemen proses seperti :
Ø  Membuat dan menghapus proses pengguna dan sistem proses.
Ø  Menunda atau melanjutkan proses.
Ø  Menyediakan mekanisme untuk proses sinkronisasi.
Ø  Menyediakan mekanisme untuk proses komunikasi.
Ø  Menyediakan mekanisme untuk penanganan deadlock.
2.   Managemen Memori Utama
Memori utama atau lebih dikenal sebagai memori adalah sebuah array yang besar dari word atau byte, yang ukurannya mencapai ratusan, ribuan, atau bahkan jutaan. Setiap word atau byte mempunyai alamat tersendiri. Memori utama berfungsi sebagai tempat penyimpanan instruksi/data yang akses datanya digunakan oleh CPU dan perangkat I/O. Memori utama termasuk tempat penyimpanan data yang yang bersifat volatile – tidak permanen -- yaitu data akan hilang kalau komputer dimatikan. Sistem operasi bertanggung-jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan managemen memori seperti:
Ø  Menjaga track dari memori yang sedang digunakan dan siapa yang menggunakannya.
Ø  Memilih program yang akan di-load ke memori.
Managemen memori memegang peranan dalam sistem operasi karena semua program dan data yang akan dan sedang diproses akan menempati memori komputer (memori utama). Masalah yang timbul adalah alokasi memori untuk program dan data yang menempati memori tersebut, masalah inilah yang akan ditangani oleh OS. Tergantung dari OS dan perangkat kerasnya, manajemen memori dapat berupa :
Ø  Singgle Contigous Allocation : alokasi dengan batas tunggal
Ø  Partitioned allocation : alokasi dengan penyekat
Ø  Rellocatable Partitioned allocation : alokasi dengan partisiyang dapatditempatkan kembali
Ø  Paged allocation : alokasi dengan halaman
Ø  Demand paged Allocation : alokasi dengan halaman yang dibutuhkan
Ø  Segmented Allocation : alokasi dengan segmen.
3.   Managemen Berkas
Berkas adalah kumpulan informasi yang berhubungan, sesuai dengan tujuan pembuat berkas tersebut. Umumnya berkas merepresentasikan program dan data. Berkas dapat mempunyai struktur yang bersifat hirarkis (direktori, volume, dll.). Sistem operasi mengimplementasikan konsep abstrak dari berkas dengan mengatur media penyimpanan massa, misalnya tapes dan disk. Sistem operasi bertanggung-jawab dalam aktivitas yang berhubungan dengan managemen berkas:
Ø  Pembuatan dan penghapusan berkas.
Ø  Pembuatan dan penghapusan direktori.
Ø  Mendukung manipulasi berkas dan direktori.
Ø  Memetakan berkas ke secondary-storage.
Ø  Mem-back-up berkas ke media penyimpanan yang permanen (non-volatile).
4.   Managemen Sistem I/O
Sering disebut device manager. Menyediakan device driver yang umum sehingga operasi I/O dapat seragam (membuka, membaca, menulis, menutup). Contoh: pengguna menggunakan operasi yang sama untuk membaca berkas pada perangkat keras, CD-ROM dan floppy disk.
Komponen Sistem Operasi untuk sistem I/O:
Ø  Penyangga: menampung sementara data dari/ ke perangkat I/O.
Ø  Spooling: melakukan penjadualan pemakaian I/O sistem supaya lebih efisien (antrian dsb.).
Ø  Menyediakan driver: untuk dapat melakukan operasi rinci untuk perangkat keras I/O tertentu.
5.   Managemen Penyimpanan Sekunder.
Data yang disimpan dalam memori utama bersifat sementara dan jumlahnya sangat kecil. Oleh karena itu, untuk menyimpan keseluruhan data dan program computer dibutuhkan penyimpanan sekunder yang bersifat permanen dan mampu menampung banyak data, sebagai back-up dari memori utama. Contoh dari penyimpanan sekunder adalah hard-disk, disket, dll.
Sistem operasi bertanggung-jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan managemen disk seperti:
Ø  free-space management.
Ø  alokasi penyimpanan.
Ø  penjadualan disk.
6.   Sistem Proteksi.
Proteksi mengacu pada mekanisme untuk mengontrol akses yang dilakukan oleh program, prosesor, atau pengguna ke sistem sumber daya. Mekanisme proteksi harus:
Ø  Membedakan antara penggunaan yang sudah diberi izin dan yang belum.
Ø  Menspesifikasi kontrol untuk dibebankan/diberi tugas.
Ø  Menyediakan alat untuk pemberlakuan sistem.
7.   Jaringan.
Sistem terdistribusi adalah sekumpulan prosesor yang tidak berbagi memori, atau clock. Setiap prosesor mempunyai memori dan clock tersendiri. Prosesor-prosesor tersebut terhubung melalui jaringan komunikasi Sistem terdistribusi menyediakan akses pengguna ke bermacam sumber-daya sistem. Akses tersebut menyebabkan peningkatan kecepatan komputasi dan meningkatkan kemampuan penyediaan data.
8.   Command-Interpreter System.
Sistem Operasi menunggu instruksi dari pengguna (command driven). Program yang membaca instruksi dan mengartikan control statements umumnya disebut: controlcard interpreter, command-line interpreter dan terkadang dikenal sebagai shell. Command-Interpreter System sangat bervariasi dari satu sistem operasi ke system operasi yang lain dan disesuaikan dengan tujuan dan teknologi perangkat I/O yang ada. Contohnya: CLI, Windows, Pen-based (touch), dan lain- lain.

Utilitas Sistem Operasi
Operating sistem biasanya menyediakan sejumlah program-program utility atau programprogram bermanfaat yang berguna untuk menyederhanakan operasi proses dari apikasi program yang dibuat oleh pemakai komputer.
Macam- macam utility yang biasa disediakan oleh sistem operasi anatara lain : text editor, linkage editor, debugger, dan beberapa command untuk menangani disk, file serta peralatan lainnya.
1.   Text Editor
Secara umum, hampir semua sistem operasi menyediakan sebuah text editor yang berguna untuk menuliskan suatu teks atau suatu program aplikasi yang akan direkamkan di disk magnetik. Kebanyakan yang menggunakan text editor adalah para programmer untuk menuliskan sorce code program yang ingin dibuat, misalnya dalam bahasa Assambly, C, Java dan lain sebagainya.

Notepad, Text editor sederhana sebagai Utilitas dari Windows™
2.   Linker Editor
Linker editor atau linker merupakan program yang digunakan untuk mengkonversi objek program yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa mesin ke dalam bentuk program yang siap dijalankan (executable program). Linker juga dapat digunakan untuk menggabung beberapa objek program yang dikompilasi secara terpisah menjadi sebuah excutable program.
3.   Debbuger
Debugger atau debugger aid (pelacak) merupakan program fasilitas OS untuk melacak dan membetulkan kesalahan program yang sudah berbentuk bahasa mesin.

Debugger Windows™
4.   Command
Disamping sejumlah fasilitas di atas, OS juga menyediakan fasilitas-fasilitas lainnya dengan suatu perintah langsung (command) tertentu. Command ini dapat digunakan untuk menangani disk, file dan peripheral. Command dapat berbentuk internal command dan external command. Contohnya adalah MS-DOS atau PC-DOS, internal command terdiri dari dari beberapa command yang disimpan bersama-sama dalam file di disk dengan nama file COMMAND.COM, kalau di Windows™ NT/2000/Xp, internal command berada pada file cmd.exe.
Operating System sekarang, terlebih lagi penggunaan Graphic User Interface atau tampilan grafik yang digunakan sebagai antar muka OS tersebut, biasanya menyediakan utility program pelengkap yang sangat banyak. Ambil contoh saja OS yang paling banyak digunakan di komputer micro atau komputer desktop yaitu Windows™, banyak programprogram pendukung sudah dipaket menjadi satu bagian dari OS tersebut .
Windows™ menggolongkan program-program pelengkap itu ke dalam accessories, biasanya bisa dipanggil dari menu “Start | Programs | Accessories”

Komponen-komponen Windows™

Menghidupkan Komputer
Saat komputer dinyalakan, komputer pertama kali akan menjalankan bootstrap program yaitu sebuah program sederhana yang disimpan dalam ROM yang berbentuk chip CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor). Proses ini dinamakan booting. Bootstrap program lebih dikenal dengan BIOS (Basic Input Output System).
Bootstrap program utama, yang biasanya terletak di motherboard akan memeriksaperangkat keras utama dan melakukan inisialisasi terhadap program dalam hardware yang dikenal dengan nama firmware. Bootstrap program utama kemudian akan mencari dan meload kernel sistem operasi ke memori lalu dilanjutkan dengan inisialisasi sistem operasi. Dari sini program sistem operasi akan menunggu kejadian tertentu. Kejadian ini akan menentukan apa yang akan dilakukan sistem operasi berikutnya (event-driven).
Proses booting terdiri dari cold booting dan warm booting. Cold booting merupakan proses menghidupkan komputer pertama kali untuk mengambil bootstrap program dari keadaan listrik komputer mati (off) dengan cara menghidupkannya. Sedang warm booting merupakan proses pengulangan pengambilan bootstrap program dalam keadaan komputer masih hidup dengan cara menekan beberapa tombol keyboard tertentu (misalnya dengan menekan tombol CTRL + ALT + DELETE secara bersamaan). Warm booting biasanya dilakukan saat komputer macet, dari pada harus mematikan aliran listrik komputer dan menghidupkannya kembali (lebih lama dan bisa membuat computer rusak), lebih baik dilakukan warm booting.

Mematikan Komputer
Setelah proses booting berhasil dan masuk ke operating sistem yang terpasang dikomputer, barulah bisa menggunakan dan menjalankan aplikasi program di computer tersebut. Jika hendak mematikan komputer, jangan membiasakan langsung menekan tombol power saat sistem operasi tersebut sedang aktif. Karena selain bisa merusak sistem operasi tersebut, hardware penyimpanan seperti harddisk akan mudah rusak.
Heads pada harddisk dibuat sedekat mungkin dengan permukaan penyimpanan, heads melayang pada bantalan udara yang tercipta akibat putaran disk. Jika harddisk drive mengalami hentakan saat menjalankan operasi, sangat mungkin heads tersebut menghentak permukaan disk. Dengan dilakukan shutdown, bertujuan agar drive dapat memindahkan heads sebelum power dimatikan, dan disk berhenti secara perlahan. Biasakan mengakhiri sistem dengan cara yang aman, misalka dengan melakukan proses shut down. Hampir semua sistem operasi menyediakan fasilitas shut down untuk mengakhiri sistem operasinya dan mematikan komputer secara aman.

Mengakhiri OS Windows™





REFERENSI
Jogiyanto H.M. Pengenalan Komputer, Dasar ilmu Kompoter, Pemprograman, SistemInformasi dan Intelegensi buatan. Yogyakarta : Andi Offset, 1995
Samsudin B. Tufiq. Pemprograman Linux Assembly NASM & GASM. Jakarta :Elexmedia Komputindo, 2003.
Masyarakat Digital Gotong Royong (MDGR). Pengantar Sistem Operasi Komputer Plus Studi Kasus Kernel Linux. http://bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/SistemOperasi/  BUKU/SistemOperasi.pdf, 2004.
Noor Haryono. Pengantar Informatika. http://www.ilmukomputer.com, 2003.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Facebook Comment